Jumat, 02 September 2016

ALANG-ALANG DAN MANFAATNYA BAGI MANUSIA


Hasil gambar
    Alang Alang
    (Imperata cylindrica (L.)Beauv.)   

    Sinonim :
    Lagurus cylindricus L. , Imperata arundinacea Cirillo.

    Familia :   Poaceae

Uraian :

Perawakan: herba, rumput, merayap, tinggi 30-180 cm. Batang: rimpang, merayap di bawah tanah, batang tegak membentuk satu perbungaan, padat, pada bukunya berambut jarang. Daun: tunggal, pangkal saling menutup, helaian; berbentuk pita, ujung runcing tajam, tegak, kasar, berambut jarang, ukuran 12-80 cm. x 35-18 cm. Bunga: susunan majemuk bulir majemuk, agak menguncup, panjang 6-28 cm, setiap cabang memiliki 2 bulir, cabang 2,5-5 cm, tangkai bunga 1-3 mm, gluma 1; ujung bersilia, 3-6 urat, Lemma 1 (sekam); bulat telur melebar, silia pendek 1,5-2,5 mm. Lemma 2 (sekam); memanjang, runcing 0,5-2,5 mm. 

Palea (sekam); 0,75-2 mm. Benang sari: kepala sari 2,5-3,5 mm, putih kekuningan atau ungu. Putik: kepala putik berbentuk bulu ayam. Buah: tipe padi. Biji: berbentuk jorong, panjang 1 mm lebih. Waktu berbunga : Januari - Desember. Daerah distribusi, Habitat dan Budidaya: Di Jawa tumbuh pada ketinggian sampai dengan 2700 m dpl, pada daerah-daerah terbuka atau setengah tertutup; rawa-rawa; pada tanah dengan aerasi yang baik; pada daerah-daerah yang habis dibuka; di tepi sungai; ekstensif pada hutan sekunder; daerah bekas terbakar; sebagai gulma di perladangan; taman dan perkebunan.

 Tumbuhan ini dapat mempengaruhi tanaman kultivasi lain, karena kebutuhan natrium yang relatif tinggi. Perbanyakan: berkembang biak dengan sendirinya. Setiap saat rimpang dipanen dari tumbuhan yang telah matang. Rimpang yang baik berwarna pucat, berasa manis dan sejuk. Alang-alang dapat menuyebabkan penurunan pH tanah. Besarnya penurunan pH dan hambatan terhadap proses nitrifikasi menunjukkan adanya korelasi positif dengan pertumbuhan alang-alang.

Nama Lokal :
NAMA DAERAH: Naleueng lakoe (Aceh); Jih (Gayo); Rih, Ri (Batak); Oo (Nias); Alalang, Hilalang, Ilalang (Minang kabau); Lioh (Lampung); Halalang, Tingen, Padang, Tingan, Puang, Buhang, Belalang, Bolalang (Dayak); Eurih (Sunda); Alang-alang kambengan (Jawa); Kebut, Lalang (Madura); Ambengan, Lalang (BaIi); Kii, Rii (FIores); Padengo, Padanga (Gorontalo); Deya (Bugis); Erer, Muis, Wen (Seram); Weli, Welia, Wed (Ambon). NAMA ASING: Cogon grass, satintail (En). Paillotte (Fr). Malaysia: lalang, alang-alang. Papua New Guinea: kunai (Pidgin), kurukuru (Barakau, Central Province). Philippines: kogon (Tagalog), gogon (Bikol), bulum (Ifugao). Burma (Myanmar): kyet-mei. Cambodia: sbö':w. Laos: hnha:z kh'a:. Thailand: ya-kha, laa laeng, koe hee (Karen, Mae Hong Son). Vietnam: c [or] tranh. NAMA SIMPLISIA Imperatae Rhizoma; rimpang alang-alang


    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Rimpang: pelembut kulit; peluruh air seni, pembersih darah, penambah nafsu makan, penghenti perdarahan. di samping itu dapat digunakan pula dalam upaya pengobatan penyakit kelamin (kencing nanah, kencing darah, raja singa), penyakit ginjal, luka, demam, tekanan darah tinggi dan penyakit syaraf. Semua bagian tumbuhan digunakan sebagai pakan hewan,bahan kertas,dan untuk pengobatan kurap.

 EFEK BIOLOGI dan FARMAKOLOGI Infusa rimpang alang-alang berefek sebagai diuretika, atas dasar peningkatan konsentrasi elektrolit (Na,K,Cl) urin tikus putih jantan. Pemberian infusa akar alang-alang dengan dosis 40, 50, 60, 70 g/kgBB berefek antipiretik pada marmot. Infusa bunga alang-alang pada konsentrasi 10% dengan dosis 12 ml/ kgBB berefek antipiretik yang relatif sama dengan suspensi parasetamol 10% pada merpati. 

Uji Klinik: Dekokta akar alang-alang dengan dosis 250-300 g, 2 kali pagi dan sore dapat menyembuhkan 27 kasus dari 30 penderita nefritis akut. Pada nefritis kronis, herba alang-alang dapat mengurangi edema dan menurunkan tekanan darah. Dekokta herba 250 g dalam bentuk tunggal maupun dikombinasikan dengan rimpang dan daun Nelumbo nucifera dan daun Agrimonia pilosa dapat mengobati epistaksis (mimisan), hemoptisis (batuk darah), hematuri (kencing darah), menorrhagia, dan perdarahan gastrointestinal bagian atas. Di samping itu dilaporkan juga bahwa dekokta akar alang-alang dapat efektif untuk pengobatan hepatitis viral akut pada 28 kasus; biasanya digunakan bersama-sama dengan Plantago asiatica, Glechoma longituba dan tunas Artemisia capillaris. Toksisitas: 

Pada pemakaian sesuai aturan, praktis tidak toksik. Efek yang tidak dfinginkan: Pusing, mual, adanya peningkatan rasa ingin buang air besar, kadang-kadang terjadi pada penggunaan klinik. Teknologi Farmasi: Selulosa daun alang-alang mempunyai daya serap terhadap air yang relatif cukup baik dalam pembuatan tablet secara cetak langsung.

    Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIGUNAKAN: Hanya akarnya (rimpang) yang digunakan untuk pengobatan
CONTOH PEMAKAIAN DI MASYARAKAT:
Sebagai peluruh air seni: 49 buah rimpang kering, dipotong-potong kemudian ditambah dengan 2 gelas air dan dididihkan hingga volume air tinggal 1 gelas, disaring, kemudian diminum 2 kali sehari.
Demam karena buang air kecil berdarah: 1 sendok penuh rimpang alang-alang, rebus dengan beberapa potong tang kwe (daging buah beligu setengah matang yang dibuat manisan kering) dalam dua gelas sampai airnya tinggal separuh. Air ini diminum 2 gelas 1 hari. Air kencing akan normal dan suhu badan turun.
"Zwartwaterkoorts" (Bld): Minum air rebusan akar alang alang sebagai teh.

Komposisi :
Akar: metabolit yang telah ditemukan pada akar alang-alang ter.diri dari arundoin, fernenol, isoarborinol, silindrin, simiarenol, kampesterol, stigmasterol, ß-sitosterol, skopoletin, skopolin, p-hidroksibenzaladehida, katekol, asam klorogenat, asam isoklorogenat, asam p-kumarat, asam neoklorogenat, asam asetat, asam oksalat, asam d-malat, asam sitrat, potassium (0,75% dari berat kering), sejumlah besar kalsium dan 5-hidroksitriptamin. Dari hasil penelitian lain terhadap akar dan daun ditemukan 5 macam turunan flavonoid yaitu turunan 3',4',7-trihidroksi flavon, 2',3'-dihidroksi kalkon dan 6-hidroksi flavanol. Suatu turunan flavonoid yang kemungkinan termasuk golongan flavon, flavonol tersubstitusi pada 3-0H, flavanon atau isoflavon terdapat pada fraksi ekstrak yang larut dalam etilasetat akar alang-alang. Pada fraksi ekstrak yang larut dalam air akar alang-alang ditemukan golongan senyawa flavon tanpa gugus OH bebas, flavon, flavonol tersubstitusi pada 3-0H, flavanon, atau isoflavon.
Alang-alang termasuk satu jenis rumput liar yang memiliki ciri daunnya tipis dan panjang. Alang-alang yang dalam bahasa latin disebut Imperata cylindrical ini termasuk tanaman pengganggu atau gulma bagi para petani.  Meskipun begitu, jangan pernah meremehkan atau memandang sebelah mata pada tanaman yang satu ini ya, karena ternyata didalamnya mengandung manfaat yang luar biasa  bagi kesehatan. 

 
Mungkin sebagian dari Anda masih bingung, bagaimana mungkin Alang-alang si rumput liar justru mengandung manfaat bagi kesehatan? Ternyata dalam tanaman alang-alang terkandung  nutrisi dan zat penting, yakni : natrium, kalsium, flavonoida, isoflavon, tannin, protein, serat, cylindol A, graminone B, imperanene, dan masih banyak kandungan lainnya. Beragam nutrisi tersebut sangat  bermanfaat bagi kesehatan,  antara lain  :

1.    Peluruh kencing

Pernah mengalami susah buang air kecil? Tidak perlu bingung, karena Anda bisa memanfaatkan  tanaman Alang-alang. Sifat diuretic dalam alang-alang bermanfaat sebagai peluruh kencing  sehingga  masalah Anda bisa teratasi dengan baik.  Caranya :  cukup  merebus  akar alang-alang, saring airnya dan minum  secara rutin.

2.    Meningkatkan kekebalan tubuh

Alang-alang mengandung flavonoida yang berperan sebagai antioksidan alami yang bermanfaat untuk menangkal radikal bebas, virus dan zat  merugikan dnegan cara meningkatkan kekebalan tubuh.

3.    Mengatasi diare

Kandungan Tannin dalam alang-alang sangat ampuh membantu mengobati diare. Caranya mudah, cukup merebus akar alang-alang, saring airnya dan minum  secara rutin.

4.    Melancarkan sirkulasi darah

Alang-alang memiliki kandungan yang bernama Imperanene, yang bermanfaat untuk mencegah pembekuan sel darah. Dengan sirlukasi darah lancar, secara otomatis akan membantu meminimalisir risiko penyakit akibat pembekuan darah.

5.    Menyehatkan jantung

Alang-alang juga mengandung graminone B yang membantu mencegah penyempitan pembuluh aorta dalam jantung sehingga sangat bagus untuk menjaga kesehatan jantung.

6.    Meredakan demam

Alang-alang mengandung sifat antripiretik atau pereda demam, sehingga sangat ampuh membantu mengatasi demam akibat peradangan ada tenggorokan, paru-paru dan lain sebagainya. Cara memanfaatkannya hampir sama, yakni  meminum air rebusannya.

7.    Mengatasi sariawan dan panas dalam

Alang-alang memiliki rasa manis alami dan bersifat sejuk sehingga sangat berkhasiat sebagai tonik yang bermanfaat untuk mendetoksifikasi tubuh.

Selain 7 manfaat yang disebutkan diatas, tentunya masih banyak manfaat sehat dari alang-alang ini. Jadi, untuk sehat tidak harus mahal bukan, karena banyak tanaman berkhasiat yang tidak hanya mudah didapat tapi juga kaya manfaat.

Manfaat alang-alang ternyata memberikan khasiatnya yang baik bagi kesehatan. Pada daerah pertanian tanaman alang-alang sering disingkirkan karena dianggap menjadi gulma bagi tanaman lain. Terkadang gulma tumbuh lebih subur dibandingkan tanaman yang ditanam petani namun sebenarnya keberadaan alang-alang mampu menghindari kerusakan tanah seperti erosi. Jalinan rimpang akar yang berkembangan dalam tanah mampu menahan air saat musim penghujan datang.

Pengobatan Tradisional Dengan Manfaat Alang-alang

Berbagai kandungan kimia baik pada alang-alang menghasilkan rasa sejuk seperti yang dirasakan pada ketimun ataupun semangka. Kandungan-kandungannya membentuk semacam antipiretik yang dapat menurunkan panas. Selain itu memiliki sifat diuretic yang meluruhkan kemih dan dapat menghilangkan rasa haus. Sifat bahan kiianya yang menyejukkan membuat alang-alang dijadikan bahan pembuatan minuman pereda panas dalam dalam kemasan.
1. Meredakan Panas Dalam
Alang-alang dapat digunakan untuk meredakan panas dalam. Manfaat ini bisa didapatkan dengan mengambil umbi akar alang-alang secukupnya. Caranya :
  • Cuci umbi akar alang-alang terlebih dulu sampai bersih
  • Jemur di bawah panas matahari atau di oven sampai kering
  • Bila sudah kering tumbuk umbi akar tersebut hingga menjadi bubuk
  • Bubuk alang-alang bisa disedu dengan air panas dan dinikmati dengan tambahan manfaat madu secukupnya sebagai perasa.
2. Mengatasi Sakit Ginjal
Akar alang-alang ampuh untuk mengatasi sakit ginjal. Seperti yang sudah diketahui sakit ginjal jika tidak segera diobati dengan benar bisa menyebabkan komplikasi. Caranya :
  • Siapkan 120 gram akar alang-alang segar
  • Cuci bersih akar tersebut lalu rebus dalam 3 gelas air
  • Biarkan sampai mendidih dan air rebusan tersisa 1 gelas saja
  • Air rebusan akar alang-alang ini baik diminum rutin 2 kali sehari setiap pagi dan sore
Alang-alang memang bisa dimanfaatkan untuk pengobatan ringan sampai berat.
3. Mengobati Mimisan
Umumnya masyarakat mengenal manfaat sirih sebagai obat alami mimisan. Akan tetapi, akar alang-alang dapat digunakan sebagai pengobatan mimisan. Caranya :
  • Siapkan akar alang-alang yang masih segar secukupnya
  • Cuci bersih dan pastikan tidak ada sisa kotoran atau tanah yang masih menempel
  • Tumbuk akar alang-alang segar lalu peras untuk mendapatkan sarinya
  • Kumpulkan sari akar alang-alang kurang lebih 100 cc, bila sudah bisa langsung diminum.
4. Mengobati Kencing Darah
Kencing darah adalah salah satu gangguan kesehatan yang cukup menyiksa bagi penderitanya. Oleh sebab itu, perlu segera dilakukan upaya untuk mengobati kencing manis ini. Caranya cukup mudah :
  • Siapkan 100 gram akar alang-alang segar, cuci bersih, lalu potong kecil-kecil
  • Rebus potongan akar alang-alang dengan 2 gelas air. rebus hingga tersisa separuhnya
  • Bila sudah angkat lalu dinginkan rebusan
  • Saring untuk memisahkan air rebusan dan ampas
  • Air rebusan akar alang-alang ini baik diminum 2 kali sehari secara rutin.
5. Obat Muntah Darah
Akar alang-alang efektif pula sebagai obat muntah darah. Caranya :
  • Coba ambil akar alang-alang sekitar 30 sampai 60 gram, cuci bersih, lalu potong-potong
  • Rebus potongan akar alang-alang tersebut dalam 3 gelas air
  • Tunggu sampai air mendidih dan bersisa 1 gelas
  • Bila sudah dinginkan lalu saring untuk memisahkan ampasnya
  • Air rebusan alang-alang ini bisa diminum setelah dingin.
Selain 5 Manfaat utama di atas, alang alang juga memiliki 25 manfaat lainnya yaitu :
  1. mengobati penyakit batu ginjal.
  2. menyembuhkan infeksi ginjal.
  3. mengobati kencing batu.
  4. menyembuhkan penyakit batu empedu.
  5. Akar ilalang mengobati keputihan.
  6. menyembuhkan air kencing berdarah.
  7. obat buang air kecil tidak lancar.
  8. menyembuhkan mimisan.
  9. menyembuhkan kencing terus-menerus.
  10. mengobati penyakit prostat.
  11. mengobati batuk rejan.
  12. mengobati sakit campak.
  13. mengobati sakit radang hati.
  14. menyembuhkan sakit asma.
  15. mengobati pendarahan pada wanita.
  16. menyembuhkan hepatitis.
  17. menyembuhkan demam.
  18. tekanan darah tinggi.
  19. mengobati urat saraf lemah.
  20. Mengobati penyakit radang paru-paru.
  21. menyembuhkan gangguan pencernaan.
  22. mengobati diare.
  23. penyakit jantung koroner.
  24. penyakit batuk berdarah.
  25. Mengobati muntah darah
Manfaat Bunga Alang-Alang
Selain bagian akar alang-alang ternyata bunga alang alang juga bisa meredakan gejala mimisan dan batuk berdarah akibat menderita sakit paru-paru. Untuk mendapatkan manfaat ini, alang alang digunakan sebagai obat perawatan dari luar. Caranya :
  • Ambil bilir bunga lengkap dengan tangkai bunganya
  • Haluskan bilir bunga dan tangkai bunga alang-alang tersebut lalu giling sampai halus lembut
  • Setelah halus masukkan hasil gilingan ke dalam hidung untuk menyumbat atau menghentikan mimisan
  • Adapun pengobatan dari dalam bisa dicoba dengan cara meminum air rebusan akar dan bunga alang-alang
Fisiologis Tanaman Alang-alang

manfaat-alang-alang

Ciri-ciri pada tanamannya merupakan rumput memanjang dan tumbuh merumcing ke atas pada ujungnya terdapat bunga alang-alangnya. Rumpunan alang-alang biasanya terdapat pada sekitaran tanaman dengan kelapangan tanah yang langsung mendapatkan matahari. Alang-alang yang membentuk rumpun sering dibakar petani namun hal ini tidak akan mematikan alang-alang karena akarnya tetap bisa menumbuhkan alang-alang kembali. Pertumbuhan tanaman alang-alang relatif cepat karena perkembangbiakan vegetatif dan generatif yang sederhana.

Tanaman alang-alang mengandung unsur kimia alami seperti glukosa, manitol,  asam sitrat, asam malic, arundoin, coixol, fernerol, silindrin,anemonin, simiarenol, esin, saponin, alkali, polifenol, dan taninin. Kandungan ini terdapat pada bagian batang, akar dan bunganya yang sering dijadikan alternatif pengobatan tradisional seperti pada kunyit putih ataupun temulawak.
Meskipun tanaman alang-alang ini mengganggu pertumbuhan tanaman lain namun sebenarnya tanaman ini dapat memberikan pengobatan untuk berbagai permasalahan kesehatan manusia.